PROFIL SEKOLAH

Konsep Kurikulum
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SMK sint joseph jurusan teknik mesin kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan melakukan pengembangan pembelajaran mengacu konsep kebutuhan SMK yaitu PBET (Production Based Education Training).

Bentuk Pengembangan Kurikulum
Kurikulum SMK sint joseph menggunakan KTSP 2006 dan pada awal tahun ajaran baru 2017/2018 menggunakan kurikulum 2013 (Nasional). Kurikulum yang dikembangkan  mengacu pada PBET (Production Based Education and Training). 

Konsep dari sistem blok di implemantasikan dalam proses belajar teori dikelas dan praktik dibengkel, model ini menerapkan sistem belajar 2 minggu teori dan 2 minggu praktik, yang artinya peserta didik belajar teori (mata pelajaran normatif dan adaptif) selama 2 minggu dikelas reguler dan minggu berikutnya selama 2 minggu melaksanakan praktik dibengkel dan mendapatkan mata pelajaran teori kejuruan (teori yang dipraktikkan), yang menjadikan ciri khas sistem blok terdapat pada model penggunaan mesin dan peralatan, dimana peserta didik setiap 1 siswa bertanggung jawab dan menggunakan 1 mesin atau peralatan sendiri. 

Teknik pelaksanaannya peserta didik dalam proses praktik terbagi menjadi 4 section praktik dikelas X, yaitu section Bench Work (BW), Welding, gambar mesin dan Lathe Work (LW). Praktik kelas XI dan XII dibagi menjadi 6 section, dari 4 kompetensi kelas X ditambah praktik, CNC, Autocad dan Bench Work BW diganti milling. Setiap kompetensi yang diajarkan mempunyai jobsheet yang menjadi acuan siswa praktik, serta didukung dengan sistem penilaian yang rinci disetiap tuntutan permintaan kerja dan penggunaan estimasi waktu pengerjaan.

Konsep Implementasi Kurikulum
Pengembangan kurikulum yang dilakukan didukung dengan pengadaan fasilitas praktik mesin dan peralatan baru secara bertahap, konsekuensi dari penggunaan sistem blok dan model pembagian persection praktik, selain jam praktik yang semakin banyak juga menjadikan kebutuhan jumlah mesin harus bertambah (melihat kondisi mesin lama yang ada).

Mengacu pada kalender pendidikan yang menjadi titik tolak pelaksanaan kegiatan belajar mengajar teori dan praktik selama 1 tahun ajaran terperenci sebagai berikut:

  1. Total jam efektif  untuk proses kegiatan belajar mengajar selama 1 tahun adalah 39 minggu;
  2. Kegiatan belajar mengajar teori 20 minggu selama 1 tahun;
  3. Pelaksanaan praktik 19 minggu selama 1 tahun.
dari hasil rincian pembagian jam diatas, siswa dalam proses praktik harus menyelesaikan 39 minggu dalam pelaksanaan 2 semester. Proses praktik menggunakan sistem blok ini realisasinya untuk peserta didik tingkat X, XI dan XII  dengan berbagai macam kompetensi yang diujikan terdapat pada lembar jobsheet siswa.

Proses Pembagian Section Praktik 
Pelaksanaan proses praktik kelas X mesin terbagi menjadi 4 section praktik, yaitu section Bench Work (BW), Welding, Gambar Teknik dan Lathe Work (LW).